Jawablah pertanyaan pertanyaan pada salah satu dari kasus yang terdapat pada buku Management Information System, Edisi ke 10 karya O’Brien dan Marakas chapter 1. Anda dapat memilih case nomer 2 (halaman 61 -62), case nomer 3 (halaman 75) atau case nomer 4 (halaman 77-78)

 

Case 2 :

The New York Times and Boston Scientific: Two Different Ways of Innovating with Information Technology

 

  1. Sebagaimana dinyatakan dalam kasus ini, The New York Times memilih untuk menyebarkan inovasi kelompok dukungan mereka sebagai layanan bersama seluruh unit bisnis. Menurut Anda apa artinya ini? Apa keuntungan memilih pendekatan ini? Apakah ada kerugiannya?

Jawaban:

Awalnya The New York Times adalah koran harian Amerika Serikat dalam bentuk konvensional yaitu tulisan diatas kertas. Seiring perkembangan teknologi koran konvensional mulai ditinggalkan sehingga banyak penerbit surat kabar yang keluar dari persaiga. Untuk menghindari kebangkrutan seperti yang dialami penerbit Amerika lainnya, The New York Times mengeluarkan beberapa strategi diantaranya membuat situs berita portal NYTimes.com dan membuka pintu kerjasama dengan perusahaan bisnis yang terkait dengan bidangnya yaitu berkerjasama dengan Netflix, perusahaan penyewa kaset film untuk memetakan film yang paling dibenci atau paling disukai diberbagai daerah di Amerika. Dengan membuka unit usaha bersama New York Times berharap akan berdiri lebih kokoh karena ditopang oleh mitra-mitra yang lain.

 

Keuntungan memilih pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Memperluas cakupan bisnis usaha
  • Lebih banyak ide dari mitra, sehingga mudah berinovasi
  • Membagi resiko dan biaya dengan mitra
  • Meningkatkan pendapatan
  • Dapat menerapkan system informasi lebih luas
  • Kegiatan bisnis bisa berjalan lebih efektif dan efisien

 

Sedangkan kelemahannya sebagai berikut :

  • Kurang dapat menjamin kerahasiaan perusahaan
  • Inovasi yang dibuat dengan mudah dapat ditiru karena informasi sengaja dibiarkan terbuka
  • Pencurian data yang dapat merugikan New York Times
  • Hak intelektual kurang dihargai
  • Pesaing dapat membaca kondisi New York Times sehingga bisa membuat strategi untuk menjatuhkan
  • Produk baru yang diluncurkan tidak akan menjadi ekslusif dan suprise untuk pelanggan.

 

  1. Boston Scientific menghadapi tantangan keterbukaan menyeimbangkan dan berbagi dengan keamanan dan kebutuhan untuk membatasi akses ke informasi. Bagaimana penggunaan teknologi memungkinkan perusahaan untuk mencapai kedua tujuan pada waktu yang sama? Apa jenis perubahan budaya yang diperlukan untuk ini menjadi mungkin? Apakah ini lebih penting daripada teknologi terkait masalah? Kembangkan beberapa contoh untuk membenarkan jawaban Anda.

Jawaban:

Boston Scientific merupakan perusahaan alat kesehatan yang hampir semua produknya menghandalkan teknologi, yang tentunya penggunaan teknologi harus dapat dioptimumkan penggunaannya tetapi harus juga dijaga kerahasiaannya. Dengan teknologi karyawan dapat berkerja lebih efisien dan efektif, namun Informasi yang mudah di akses mempunyai dampak negatif yang berdampak langsung terhadap kerugian bagi perusahaan. Untuk mengatasi kerugian dan memaksumumkan penggunaan teknologi perlu adanya proteksi data-data penting perusahaan dan pembatasan akses hanya untuk yang berkepentingan dapat mengaksesnya. Selain itu perlu adanya pengedukasian karyawan bahwa setiap gadget, komputer dan server yang mempunyai akses ke data dan system selalu di jaga betul dengan password and double key untuk membukanya.

Contohnya :”Setiap karyawan yang meninggalkan meja kerja dalam waktu yang lama seperti makan siang atau meeting di luar kantor selalu mengkunci laptop atau PC nya dan hanya karyawan tersebut yang dapat mengakses”

 

  1. Peta penyewaan video yang dikembangkan oleh The New York Times dan Netflix grafis menampilkan popularitas film di lingkungan dari kota-kota besar di Amerika Serikat. Bagaimana Netflix menggunakan informasi ini untuk meningkatkan bisnis mereka? Bisakah perusahaan lain juga memanfaatkan data ini? Bagaimana? Berikan beberapa contoh.

Jawaban:

Peta adalah database grafis dari 100 top Netflix paling-menyewa film diletakkan di atas peta. Dengan itu kita dapat mengeksplorasi secara grafis film Netflix berdasarkan tiga kriteria: film yang dibenci atau dicintai oleh kritikus, daftar abjad, dan paling disewa. Peta interaktif yang menunjukkan rental Netflix yang terkenal di 12 area kota besar US: New York, San Francisco / Bay Area, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas, dan Miami, telah memberikan kemudahan bagi para peminat penyewaan film, dimana kebiasaan sewa sekarang ada pada layar

Beberapa kecenderungan: film Netflix tahun 2009 yang paling popular adalah The Curious Case of Benjamin Button, meskipun Slumdog Millionaire dan Twilight kedua dalam 10 besar. Milk, sebuahkisah aktivis San Fransisco Harvey Milk, sempat populer di San Francisco dan pusat kota lainnya, tapi tidak begitu banyak di pinggiran kota selatan (seperti Dallas dan Atlanta). Mad Men, sebuah drama 1960 mengatur tentang eksekutif periklanan, pernah hot di bagian Manhattan dan Brooklyn, tapi tidak di setiap kota besar lainnya. Ini hampir tidak disebutkan di Denver dan Dallas, dan tidak sama sekali di Miami.

Peta ini menunjukkan beberapa kecenderungan menarik: Big Blockbuster tidak seperti yang populer di pusat kota (Wanted dan Transformers: Revenge of the Fallen, hampir membuat percikan di kota pusat Manhattan dan San Francisco), meskipun hal ini bisa disebabkan fakta bahwa banyak orang melihat Blockbuster di bioskop. Last Chance Harvey, sebuah komedi romantis yang dibintangi Dustin Hoffman dan Emma Thompson, pernah dinikmati dalam pinggiran kaya kota (seperti Scarsdale), tetapi tidak di kota pusat (seperti Manhattan). Film Tyler Perry (Tyler Perry Madea Goes to Jail dan Tyler Perry’s The Family That Preys) sangat populer di lingkungan yang didominasi kulit hitam. Bagi perusahaan lain, hal ini sangat berguna, seperti penyaluran film-film original. Data yang diperoleh dapat membantu pendistribusian film ke daerah yang bayak peminatnya.

Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: www.amazon.com; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas penerapan E Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com; www.lazada.co.id ; www.tokopedia.com ; www.traveloka.com ; www.blibli.com . Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E Commerce tersebut.

 

E-commerce meliputi seluruh yang proses online pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan, dan membayar untuk produk dan jasa. E-commerce mengubah bentuk persaingan, kecepatan tindakan, dan perampingan interaksi, produk, dan pembayaran dari pelanggan untuk perusahaan dan dari perusahaan kepada pemasok.  Sistem e-commerce bergantung pada sumber daya dari Internet dan banyak teknologi informasi lainnya untuk mendukung setiap langkah dari proses ini. Kita juga akan melihat bahwa sebagian besar perusahaan, besar dan kecil, terlibat dalam beberapa bentuk kegiatan e-commerce. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan e-commerce telah menjadi keharusan kompetitif bagi sebagian besar bisnis di pasar saat ini.

Perusahaan yang terlibat dalam e-commerce baik sebagai pembeli atau penjual mengandalkan teknologi berbasis Internet dan aplikasi e-commerce dan layanan untuk mencapai pemasaran, penemuan, pemrosesan transaksi, dan proses produk dan layanan pelanggan. E-commerce juga mencakup proses e-bisnis seperti akses extranet dari database persediaan oleh pelanggan dan pemasok (pemrosesan transaksi), akses intranet sistem manajemen hubungan pelanggan dengan penjualan dan customer service (Layanan dan dukungan), dan kolaborasi pelanggan dalam pengembangan produk melalui e-mail pertukaran dan newsgroup Internet (marketing / penemuan).

Keuntungan dari e-commerce memungkinkan bisnis dari semua skala yang terletak di mana saja di planet ini untuk melakukan bisnis dengan siapa saja, di mana saja. Kekuatan e-commerce memungkinkan hambatan geofisika menghilang, membuat semua konsumen dan bisnis berpotensi sebagai pelanggan dan pemasok.

 

Kategori E-Commerce

Banyak perusahaan saat ini berpartisipasi dalam empat kategori dasar aplikasi e-commerce: business-to-consumer, bisnis-ke-bisnis, konsumen ke konsumen dan bisnis-ke-pemerintah

  • Business-to-Consumer (B2C).

Dalam bentuk e-commerce, bisnis harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual produk dan jasa untuk konsumen. Sebagai contoh, banyak perusahaan menawarkan situs Web e-commerce yang menyediakan etalase virtual dan katalog multimedia, pemrosesan order interaktif, aman elektronik sistem pembayaran, dan dukungan pelanggan online.

 

  • Konsumen-to-consumer (C2C) e-Commerce.

Keberhasilan besar dari lelang onlineseperti eBay, di mana konsumen (serta bisnis) dapat membeli dari dan menjual kepada satu lain dalam proses lelang di situs Web lelang, membuat model yang e-commerce ini strategi bisnis e-commerce penting. Dengan demikian, berpartisipasi dalam atau mensponsori konsumen atau bisnis lelang merupakan alternatif e-commerce penting bagi B2C, C2B (Consumer-to-business), atau B2B. produk atau jasa untuk membeli atau menjual oleh konsumen di situs koran elektronik, konsumen e-commerce portal, atau situs web pribadi juga merupakan bentuk penting dari C2C.

 

  • Business-to-Business (B2B) e-Commerce.

Kategori ini e-commerce melibatkan kedua pasar e-bisnis dan langsung menghubungkan antara perusahaan. Sebagai contoh, banyak perusahaan menawarkan Internet aman atau situs katalog web e-commerce extranet untuk pelanggan bisnis dan pemasok. Juga sangat penting adalah B2B e-commerce portal yang menyediakan lelang dan pertukaran pasar untuk bisnis. Orang lain mungkin mengandalkan pertukaran data elektronik (EDI) melalui Internet atau extranet untuk komputer-ke-komputer pertukaran dokumen e-commerce dengan pelanggan bisnis yang lebih besar dan pemasok.

 

Proses esensial e-commerce yang diperlukan untuk keberhasilan operasi dan manajemen e-commerce kegiatan diilustrasikan pada gambar. Gambar dibawah menguraikan sembilan komponen kunci dari arsitektur proses e-commerce

 

Metode Pembayaran Elektronik

Pembayaran untuk produk dan jasa yang dibeli merupakan hal yang penting dalam proses transaksi e-commerce. Proses pembayaran E-commerce kompleks karena berbagai debit dan kredit alternatif, serta lembaga keuangan dan perantara yang mungkin menjadi bagian dari proses. Oleh karena itu, berbagai sistem pembayaran elektronik telah berevolusi dari waktu ke waktu. Selain itu, sistem pembayaran baru sedang dikembangkan dan diuji untuk memenuhi tantangan keamanan dan teknis dari e-commerce melalui Internet.

 

  • Proses Pembayaran Web

Kebanyakan sistem e-commerce di Web yang melibatkan bisnis dan konsumen (B2C) tergantung pada proses pembayaran kartu kredit, tetapi banyak sistem B2B e-commerce bergantung lebih pada proses pembayaran kompleks berdasarkan penggunaan pesanan pembelian. Proses keranjang belanja, yang memungkinkan pelanggan untuk memilih produk dari katalog situs Web menampilkan dan menempatkan mereka sementara di keranjang belanja virtual untuk checkout nanti dan pengolahan.

 

  • Transfer Dana Elektronik

Transfer dana elektronik (EFT) sistem adalah bentuk utama dari sistem pembayaran elektronik dalam industri perbankan dan ritel. sistem EFT menggunakan berbagai teknologi informasi untuk menangkap dan proses uang dan kredit transfer antara bank dan bisnis dan pelanggan mereka. Misalnya, jaringan perbankan mendukung terminal teller di semua kantor bank dan anjungan tunai mandiri (ATM) di lokasi di seluruh dunia. Bank, perusahaan kartu kredit, dan bisnis lainnya dapat mendukung pay-per-telepon jasa. Sangat populer juga adalah layanan pembayaran berbasis Web, seperti PayPal dan Billpoint untuk transfer tunai, dan CheckFree dan Paytrust untuk pembayaran tagihan otomatis, yang memungkinkan nasabah bank dan layanan pembayaran tagihan lainnya untuk menggunakan Internet untuk membayar tagihan secara elektronik. Selain itu, sebagian besar titik-of-sale terminal di toko-toko ritel jaringan untuk sistem EFT bank, yang memungkinkan Anda untuk menggunakan kartu kredit atau kartu debit untuk membayar langsung untuk gas, bahan makanan, atau pembelian lainnya di berpartisipasi toko eceran.

 

  • Keamanan Pembayaran Elektronik

Ketika Anda melakukan pembelian secara online di Internet, informasi kartu kredit Anda rentan terhadap intersepsi oleh sniffer jaringan, perangkat lunak yang mudah mengakui kredit format nomor kartu. Beberapa langkah-langkah keamanan dasar yang digunakan untuk memecahkan masalah keamanan ini: (1) mengenkripsi (kode dan berebut) data yang lewat di antara pelanggan dan pedagang, (2) mengenkripsi data yang lewat di antara pelanggan dan Perusahaan otorisasi transaksi kartu kredit, atau (3) mengambil informasi sensitif offline.

Secure Electronic Transaction (SET) standar untuk keamanan pembayaran elektronik meluas seiring pendekatan dompet digital ini. Dalam metode ini, software mengenkripsi digital amplop sertifikat digital menentukan rincian pembayaran untuk setiap transaksi. VISA, MasterCard, IBM, Microsoft, Netscape, dan sebagian besar pemain industri lain memiliki setuju untuk SET. Oleh karena itu, sistem seperti SET mungkin menjadi standar untuk aman pembayaran elektronik di Internet.

 

Faktor Sukses e-Commerce

Faktor sukses E-commerce antara lain :

  • Seleksi dan Nilai. Pilihan produk yang menarik, harga yang kompetitif, kepuasan jaminan, dan dukungan pelanggan setelah penjualan.
  • Kinerja dan Layanan. Cepat dan navigasi yang mudah, belanja, dan pembelian, dan pengiriman yang cepat dan pengiriman.
  • Lihat dan rasakan. etalase Web yang menarik, belanja daerah situs Web, produk multimedia halaman katalog, dan fitur belanja.
  • Iklan dan Insentif. Target halaman web iklan dan e-mail promosi, diskon, dan penawaran khusus, termasuk iklan di situs afiliasi.
  • Perhatian pribadi. halaman Web pribadi, pribadi rekomendasi produk, web iklan dan pemberitahuan e-mail, dan dukungan interaktif untuk semua pelanggan.
  • Hubungan Masyarakat. komunitas virtual dari pelanggan, pemasok, perusahaan  perwakilan, dan lain-lain melalui newsgroup, chat room, dan link ke situs terkait.
  • Keamanan dan Keandalan. Keamanan informasi pelanggan dan transaksi situs Web, informasi produk dapat dipercaya, dan pemenuhan pesanan diandalkan.
  • Komunikasi Baik dengan Customer. Mudah menemukan informasi kontak, pesanan online status, spesialis dukungan produk.

 

Membangun Webstore

Untuk mengembangkan bisnis e-commerce yang sukses, persyaratan Webstore ini harus dilaksanakan oleh perusahaan atau layanan hosting situs Web-nya.

 

Tokopedia.com merupakan salah satu mal online di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace dan mall online. Tokopedia ymemungkinkan setiap individu, toko kecil dan brand untuk membuka dan mengelola toko online. Sejak diluncurkan sampai hingga akhir 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis.

Dengan visi untuk “Membangun Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet”, Tokopedia memiliki program untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara online

Berdasarkan ringkasan diatas tokopedia termasuk dalam kategori E-commerce bisnis ke customer. Karena tokopedia menyediakan etalase virtual dan katalog multimedia, pemrosesan order interaktif, aman elektronik sistem pembayaran, dan dukungan pelanggan online. Metode pembayaran yang dilakukan tokopedia adalah metode pembayaran web yaitu menggunakan kartu kredit ataupun transfer dana elektronik seperti transfer ATM.

Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan !. Jelaskan pula hal hal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan system tersebut!

 

Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya. Outsourcing TI atau pengadaan sarana dan jasa TI oleh pihak ketiga merupakan kebijakan strategis perusahaan yang berpengaruh terhadap proses bisnis dan bentuk dukungan TI yang akan diperoleh. Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsourc. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada.  Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.

Insourcing adalah sumber daya – sumber daya yang terdapat didalam suatu organisasi atau suatu perusahaan, dimana terdapat sumber daya manusia, sumber daya teknologi, sumber daya sistem informasi, sumber daya hardware, sumber daya software, sumber daya jaringan, sumber daya data, sumber daya ekonomi, yang diubah melalui berbagai proses bisnis (pemrosesan) menjadi barang atau jasa, sistem informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk pengarahan dan pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan lingkungannya (Suryahadi, 2008). Jika outsourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketiga, insourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Insourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan.

Keuntungan dan Kelemahan Outsourcing

Ada beberapa keunggulan atau keuntungan menggunakan outsourcing, dan juga kelemahan menggunakan outsourcing.

  • Keunggulan atau keuntungan menggunakan outsourcing antara lain.
  1. Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkannya kepada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang lebih murah dikarenakan outsourcer menerima jasa dari perusahaan lainnya sehingga biaya tetap outsourcer dapat dibagi beberapa perusahaan.
  2. Mengurangi waktu proses, karena beberapa outsourcer dapat dipilih untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
  3. Jasa yang diberikan oleh outsourcer lebih berkualitas dibandingkan dikerjakan sendiri secara internal, karena outsourcer memang spesialisasi dan ahli dibidang tersebut.
  4. Perusahaan tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi ini dan pihak outsourcer mempunyainya.
  5. Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak ingin melakukan transfer teknologi dan transfer pengetahuan yang dimiliki outsourcer.
  6. Meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
  7. Mengurangi resiko kegagalan investasi yang mahal.
  8. Penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal. Jika ini terjadi, perusahaan hanya menggunakan sumber daya sistem yang optimal pada saat-saat tertentu saja, sehingga sumber daya sistem informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.
  9. Perusahaan dapat menfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting.

 

  • Disamping kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh outsourcing, beberapa kelemahan juga perlu diperhatikan diantaranya:
  1. Jika aplikasi yang di outsource adalah aplikasi yang strategic maka dapat ditiru oleh pesaingnya yang juga dapat menjadi klien dari outsourcer yang sama.
  2. Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi yang di outsource-kan. Jika aplikasinya adalah aplikasi kritikal yang harus ditangani jika terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung resiko keterlambatan penanganan jika aplikasi ini di outsource-kan  karena kendali ada di outsourcer yang harus dihubungi terlebih dahulu.
  3. Jika kekuatan menawar ada outsourcer, perusahaan akan kehilangan banyak kendali di dalam memutuskan sesuatu apalagi jika terjadi konflik diantaranya
  4. Perusahaan akan kehilangan keahlian dari belajar membangun dan mengopersikan aplikasi tersebut.
  5. Pelanggaran kontrak, yang banyak terjadi ketika vendor menjanjikan banyak hal yang kelihatan wah sebelum kontrak ditanda tangani, namun tidak dapat direalisasikan ketika kontrak sudah berjalan.
  6. Kontrak jangka panjang, dimana vendor menawarkan kontrak dalam jangka waktu yang relative panjang, dengan biaya yang mahal dan penalti pemutusan kontrak yang menyebabkan perusahaan tidak memiliki pilihan selain menjalankan kontrak sampai selesai.

Keuntungan dan Kelemahan insourcing

  • Keunggulan dalam menerapkan metode insourcing diantaranya :
  1. Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
  2. Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  3. Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
  4. Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
  5. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
  6. Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
  7. Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  8. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

 

  • Sedangkan kelemahan dalam menerapkan metode insourcing diantaranya :
  1. Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
  2. Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
  3. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
  4. Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
  5. Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).

 

Untuk dapat mendukung penerapan suatu sistim informasi secara efektif, maka diperlukan beberapa komponen yang harus tersedia yaitu :

  1. Teknologi yang menyediakan infrastruktur elektronik dan informasi untuk perusahaan.
  2. Pekerja informasi dalam suatu perusahaan yang menjalankan teknologi informasi untuk mencapai tujuan perusahaan.
  3. Fungsi pengembangan dan pengiriman sistem yang mendukung teknologi dan user untuk bekerjasama.
  4. Manajemen fungsi sistem informasi yaitu seluruh tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan performance pekerja dan perusahaan.

Beberapa bidang yang dapat dilakukan outsourcing oleh perusahaan antara lain yaitu pemeliharaan dan perbaikan teknologi informasi maupun sistem informasi, pelatihan karyawan mengenai kemampuan TI dan SI, pengembangan aplikasi software maupun hardware, konsultasi, pengelolaan sumber data, servis server, jaringan administrasi, servis desktop, layanan terhadap end user, dan outsourcing terhadap total teknologi informasi perusahaan. Pendekatan Insourcing dilakukan oleh internal perusahaan yang dilakukan oleh pegawai perusahaan itu sendiri dan biasanya terdapat divisi atau departemen information and communicatuion technology yang bertugas untuk mengurus hal ini. pendekatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk pengembangan sistem informasi ini namun terbatas dari sisi biaya. Hal ini dikarenakan biaya untuk pengembangan suatu sistem informasi cukup mahal jika harus membeli dari pihak lain.

Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu software. Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?

 

Mantainaibility yaitu kemampuan suatu software dalam menjalani perubahan dalam artian suatu software tersebut harus mampu dikembangan dan diperbaiki apabila dalam proses penggunaannya ada hal yang harus direvisi. Oleh sebab itu, karakteristik ini dapat menjadi salah satu indikator suatu software berkualitas. Ketika suatu software memiliki karakteristik ini maka software itu dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih panjang dan dapat terus dijaga keguanaannya agar dapat terus dimanfaatkan oleh perusahaan terutama dalam implementasi sistem informasi di dalam organisasi.

Alasan-alasan yang mendasari pentingnya pemeliharaan sistem atau maintenance system:

  1. Memperbaiki Kesalahan (Correcting Errors)

Maintenance dilakukan untuk mengatasi kegagalan dan permasalahan yang muncul saat sistem dioperasikan. Sebagai contoh, maintenance dapat digunakan untuk mengungkapkan kesalahan pemrograman (bugs) atau kelemahan selama proses pengembangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, sehingga kesalahan tersebut dapat diperbaiki.

  1. Menjamin dan Meningkatkan Kinerja Sistem (Feedback Mechanism)

Kajian pascaimplementasi sistem merupakan salah satu aktivitas maintenance yang meliputi tinjauan sistem secara periodik. Tinjauan periodik atau audit sistem dilakukan untuk menjamin sistem berjalan dengan baik, dengan cara memonitor sistem secara terus-menerus terhadap potensi masalah atau perlunya perubahan terhadap sistem. Sebagai contoh, saat user menemukan errors pada saat sistem digunakan, maka user dapat memberi umpan balik atau feedback kepada spesialis informasi guna meningkatkan kinerja sistem. Hal ini yang menjadikan system maintenance perlu dilakukan secara berkala, karena system maintenance akan senantiasa memastikan sistem baru yang di implementasikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan penggunaanya melalui mekanisme umpan balik.

  1. Menjaga Kemutakhiran Sistem (System Update)

Selain sebagai proses perbaikan kesalahan dan kajian pasca implementasi, system maintenance juga meliputi proses modifikasi terhadap sistem yang telah dibangun karena adanya perubahan dalam organisasi atau lingkungan bisnis. Sehingga, system maintenance menjaga kemutakhiran sistem (system update) melalui modifikasi-modifikasi sistem yang dilakukan.

Adapun manfaat diadakannya maintainability terhadap perangkat sistem informasi:

  1. Menjaga agar perangkat pendukung sistem informasi ini bisa bekerja optimal demi efisiensi dan efektifitas pekerjaan sehingga tercapai target perusahaan tepat waktu.
  2. Minimalisasi kerusakan (breakdown) sehingga bisa mencegah kerusakan pada sistem tersebut baik terhadap hardware maupun softwarenya.
  3. Menghemat biaya produksi dalam arti bisa menekan biaya pemeliharaan bila dibandingkan saat mengeluarkan biaya akibat terjadinya kerusakan parah terhadap perangkat sistem informasi tersebut baik hardware maupun softwarenya.
  4. Menjaga kestabilan sistem agar senantiasa terintegrasi dengan baik

Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari system informasi yang lama ke system informasi yang baru dapat dilakukan ?

 

Sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sistem informasi merupakan tanggungjawab dari seluruh komponen organisasi. Sistem informasi juga dapat berperan dalam bisnis menejemen dan untuk pengambilan keputusan serta memungkinkan suatu bisnis dapat berkembang. Termasuk dalam komponen sistem informasi adalah perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), prosedur, orang, basis data (database) dan jaringan komputer dan komunikasi data.

Konversi sistem merupakan tahapan yang digunakan untuk mengoperasikan IT dalam rangka menggantikan sistem yang lama atau proses pengubahan dari sistem lama ke sistem baru. Implementasi sistem informasi baru bagi banyak organisasi sering melibatkan penggantian software, database, dan sistem yang lama. Salah satu aktivitas implementasi yang paling penting yang dibutuhkan ketika meng-install software baru disebut konversi data. Aktivitas konversi data lainnya yang biasanya dibutuhkan mencakup koreksi data yang tidak tepat, penyaringan data yang tidak diinginkan, konsolidasi data dari beberapa database, dan pengaturan data ke dalam format data yang baru, seperti database, datamart, dan gudang data. proses konversi data yang baik merupakan hal yang penting karena data yang diformat atau disusun dengan tidak tepat sering dilaporkan sebagai salah satu penyebab utama dari kegagalan dalam implementasi sistem baru.

James A. O’Brien (2006) mengatakan bahwa operasi awal dari sistem bisnis yang baru, dapat menjadi tugas yang sulit. Hal ini biasanya memerlukan proses konversi (convertion) dari penggunaan sistem yang ada saat ini ke operasi aplikasi yang baru atau yang lebih baik. Pada saat menganalisis konversi sistem perlu dipertimbangkan pendekatan konversi yang paling bagus untuk dilakukan.

 

Teknik konversi sistem yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan sistem yang baru yaitu :

  1. Konversi Langsung (Direct Conversion/Plunge Strategy)

Konversi yang dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantikan dengan sistem yang baru. Konversi ini langsung mengimplementasikan sistem dan memutus serta meninggalkan sama sekali  sistem yang lama. Syarat dapat diimplementasikan sistem ini adalah sistem baru merupakan bagian kecil saja dari seluruh sistem dan sistem tersebut tidak menggantikan sistem lain.

 

Pendekatan atau cara konversi ini akan bermanfaat apabila :

  1. Sistem tersebut tidak mengganti sistem lain
  2. Sistem yang lama sepenuhnya tidak bernilai
  3. Sistem yang baru bersifat kecil atau sederhana atau keduanya
  4. Rancangan sistem baru sangat berbeda dari sistem lama, dan perbandingan antara sistem-sistem tersebut tidak berarti.

 

Kelebihan dari penggunaaan konversi langsung yaitu biaya yang dikeluarkan relatif tidak mahal. Sedangkan kelemahannya yaitu mempunyai resiko kegagalan yang tinggi. Apabila konversi langsung akan digunakan, aktivitas-aktivitas pengujian dan pelatihan yang dibahas sebelumnya akan mengambil peran yang sangat penting.

 

  1. Konversi Paralel (Parallel Conversion)

Konversi Paralel adalah suatu pendekatan dimana baik sistem lama dan baru beroperasi secara serentak untuk beberapa periode waktu. Pada konversi ini, sistem baru dan sistem lama sama-sama dijalankan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem baru telah bisa diterima untuk menggantikan sistem lama, maka sistem lama segera dihentikan. Cara seperti ini merupakan pendekatan yang paling aman, tetapi membutuhkan biaya yang paling mahal, karena pemakai harus menjalankan dua sistem sekaligus.

Kelebihan  dari penggunaan sistem konversi separalel yaitu dapat memberikan derajat proteksi yang tinggi kepada organisasi dari kegagalan sistem baru. Sedangkan kelemahannya adalah besarnya biaya untuk penduplikasian fasilitas-fasilitas dan biaya personel yang memelihara sistem rangkap tersebut.

 

  1. Konversi Bertahap (Phased Conversion)

Konversi dilakukan secara bertahap dengan menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali dengan yang lama. Apabila tidak terjadi masalah, modul-modul baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti modul-modul lama. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan oleh sistem baru. Cara seperti ini lebih aman daripada melakukan konversi langsung. Dengan metode phased conversion, sistem baru diimplementasikan beberapa kali, dan secara perlahan menggantikan sistem lama. la menghindarkan dari risiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan memberikan waktu yang banyak kepada pemakai untuk mengasimilasi perubahan. Untuk menggunakan metode phased conversion, sistem harus disegmentasi.

Kelebihan menggunakan metode konversi bertahap yaitu kecepatan perubahan dalam organisasi tertentu bisa diminimisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas. Konversi bertahap dapat menghindarkan risiko yang diakibatkan oleh konversi langsung dan memberikan waktu yang agak longgar kepada pemakai untuk beradaptasi terhadap perubahan. Sedangkan kelemahan dari metode konversi bertahap yaitu keperluan biaya yang harus diadakan untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem lama, daya terapnya terbatas, dan terjadi kemunduran semangat di organisasi, sebab orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan sistem.

 

  1. Konversi Pilot (Pilot Conversion)

Pendekatan ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor (lokasi dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu). Apabila konversi ini dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain. Ini merupakan pendekatan dengan biaya dan risiko yang rendah. Dengan metode Konversi Pilot, hanya sebagian dari organisasilah yang mencoba mengembangkan sistem baru. Kalau metode phase-in mensegmentasi sistem, sedangkan metode pilot mensegmentasi organisasi. Jenis konversi pilot terdiri dari Direct Pilot Cut Over, dan Phased in Over.

Segala kesalahan dapat dilokalisir dan dikoreksi sebelum implementasi lebih jauh dilakukan. Apabila sistem baru melibatkan prosedur baru dan perubahan yang drastis dalam hal perangkat lunaknya, metode pilot ini akan lebih cocok digunakan. Selain berfungsi sebagai tempat pengujian (test site), sistem pilot juga digunakan untuk melatih pemakai seluruh organisasi dalam menghadapi lingkungan “live” (hidup atau sebenarnya) sebelum sistem tersebut diimplementasikan di lokasi mereka sendiri.

Tahap konversi sistem bersifat urgen di mana walaupun sistem telah didesain dan digunakan dengan baik, kesuksesan sistem informasi tergantung dari seberapa baik konversi sistem yang dilakukan. Dalam pemilihan pendekatan konversi implementasi sistem informasi manajemen, harus menentukan sendiri strategi konversi yang mana yang cocok diterapkan pada perusahaan, karena setiap perusahaan adalah unik dan memiliki kemampuan dan keterbatasan yang tidak sama. Strategi mengurangi resiko kegagalan yang terjadi saat pengalihan atau konversi sistem yang dapat dilakukan yaitu: Konversi Langsung (Direct Conversion/Plunge Strategy), Konversi Paralel (Parallel Conversion), Konversi Bertahap (Phased Conversion), Konversi Pilot (Pilot Conversion).

Hello world!

March 27, 2016 | 1 Comment

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!